Sehat
tidaknya suatu makanan tidak bergantung pada ukuran, bentuk, warna,
kelezatan, aroma, atau kesegarannya, tetapi bergantung pada kandungan
zat yang diperlukan oleh tubuh. Suatu makanan dikatakan sehat apabila
mengandung satu macam atau lebih zat yang diperlukan oleh tubuh. Setiap
hari, kita perlu mengonsumsi makanan yang beragam agar semua jenis zat yang diperlukan oleh tubuh terpenuhi.
Hal
ini dikarenakan belum tentu satu jenis makanan mengandung semua jenis
zat yang diperlukan oleh tubuh setiap hari. Supaya orang tertarik untuk
memakan suatu makanan, seringkali kita perlu menambahkan bahan-bahan
tambahan ke dalam makanan yang kita olah. Bisa kita perkirakan bahwa
seseorang tentu tidak akan punya selera untuk memakan sayur sop yang
tidak digarami atau bubur kacang hijau yang tidak memakai gula. Dalam
hal ini, garam dan gula termasuk bahan tambahan. Keduanya termasuk jenis
zat aditif makanan.
Zat aditif bukan hanya garam dan gula saja, tetapi masih banyak bahan-bahan kimia lain. Zat aditif makanan
ditambahkan dan dicampurkan pada waktu pengolahan makanan untuk
memperbaiki tampilan makanan, meningkatkan cita rasa, memperkaya
kandungan gizi, menjaga makanan agar tidak cepat busuk, dan lain
sebagainya (perhatikan Gambar 8.7). Bahan yang tergolong ke dalam zat
aditif makanan harus dapat :
- memperbaiki kualitas atau gizi makanan;
- membuat makanan tampak lebih menarik;
- meningkatkan cita rasa makanan; dan
- membuat makanan menjadi lebih tahan lama atau tidak cepat basi dan busuk.
0 komentar:
Posting Komentar